Latest News

Kamis, 28 Juli 2016

KAMIKAZE



KAMIKAZE
Anggota Kamikaze

Ingat peristiwa berdarah pada abad ke-20 ? Dimana dunia berkecamuk dan tak sedikit jiwa yang melayang ? Ya, yaitu Perang Dunia. Tapi, fokus kali ini lebih ke Perang Dunia II. Nah loh, apa hubungannya Kamikaze dengan Perang Dunia II ? 
 
Kamikaze, mungkin ada yang tak asing mendengar kata tersebut. Kata tersebut berasal dari bahasa Jepang yang secara harfiah berarti angin dewa. Secara istilah, berasal dari nama angin topan yang disebut-sebut dalam legenda yang konon menyelamatkan Jepang dari invasi Mongol pada tahun 1281. Menurut pengertian bahasa Inggris, Kamikaze lebih mengarah pada serangan bunuh diri yang dilakukan awak pesawat Jepang pada akhir kampanye pasifik Perang Dunia II terhadap kapal-kapal laut sekutu. Bagi orang Jepang, yang mereka lakukan sama saja dengan jihad fi sabilillah dalam konsep islam. Karena mereka merelakan nyawa mereka demi membela negara yang mereka cintai. Kamikaze juga merupakan sebab Amerika yang pada awalnya netral memilih untuk bergabung dengan sekutu pada Perang Dunia II. 
Orang Jepang memanggil unit-unit pelaku serangan bunuh diri tersebut dengan sebutan tokubetsu kogeki tai , yang secara harfiah berarti “unit serangan khusus” . Biasa disingkat menjadi tokkotai. Sedangkan skuadron-skuadron bunuh diri yang berasal dari Angkatan Laut Kekaisaran Jepang disebut shinpu tokubetsu kogeki tai. 
Mengapa Jepang melakukan hal tersebut ? Setelah mereka kalah di Pertempuran Pulau Midway pada tahun 1942, mereka memulai Perang Pasifik. Pada saat itu kondisi militer AS jauh lebih unggul dibandingkan Jepang. Apalagi, banyak pilot-pilot Jepang yang mati pada pertempuran Pulau Midway. 
15 Juli 1944, Saipan, pangkalan militer penting milik Jepang jatuh ke tangan sekutu. Penguasa angkalan militer jepang meramalkan bahwa sekutu akan mencoba untuk menduduki Filipina yang merupakan ladang minyak dan sangat bermanfaat bagi pasukan militer untuk memenuhi kebutuhan akan bahan bakar. 
Jepang lalu mulai menggunakan taktik Kamikaze untuk menerobos AS. Ide penggunaan pasukan khusus ini dicetuskan oleh Vice Admiral Kimpei Teraoka yang kemudian direalisasikan oleh Vice Admiral Takejiro Onishi yang menggantikan Teraoka pada 1944 sehingga kemudian dikenal sebagai Bapak Kamikaze. Pada tahun yang sama, Letnan Tanaka bersedia menjadi orang pertama yang memberikan pukulan telak kepada sasaran dengan ikut dalam pesawat sampai ke sasaran. Saat pertama kali Kamikaze dibentuk, pemimpin militer Tokyo membayangkan sebuah unit yang berdedikasi ideologis-prajurit bersedia mati mulia untuk kekaisaran.
Penyerangan Kamikaze yang pertama dilakukan oleh seorang pilot yang tak dikenal, yang merupakan anggota angkatan udara militer Jepang pada tanggal 21 Oktober 1944. Yang diserang yaitu kapal penjelajah HMAS Australia di suatu wilayah yang tak jauh ari Leyte Island. Kurang lebih 30 orang meninggal akibat serangan ini. Termasuk serang komandan bernama Kapten Emile Dechaineux dan melukai Komodor John Collins yang merupakan panglima perang Australia. 
25 Oktober, Australia kembali diserang dan terpukul mundur ke Hebrides Baru (Vanuatu) untuk memperbaiki kapal - kapal yang kerusakaannya tidak terlalu berat. Di hari yang sama, Kamikaze Special Attack Force melakukan misi pertamanya. Lima buah pesawat zero, yang dipimpin oleh Yukio Seki Berhasil menghancurkan Kapal penghancur( destroyer ) AS, USS St. Lo, walaupun hanya Sebuah pesawat yang berhasil menabrak kapal, Bom yang dibawa oleh peswat itu meledak dan menyebabkan gudang bom kapal meledak dan menenggelamkan kapal.
HMAS Australia kembali Beroperasi pada Januari 1945; menjelang akhir perang dunia II kapal yang baru saja diperbaiki kembali di serang oleh kamikazes dan Menewaskan sebanyak 86 Awak kapal. Kapal lain yang selamat dalam Serangan ulang kamikazes selama Perang Dunia II Ternasuk USS Franklin dan USS Intrepid.
Puncak serangan oleh Kamikaze terjadi pada 6 April 1945 di kepulauan Okinawa. Serangan tersebut difokuskan untuk menghancurkan kapal Destroyer milik pasukan sekutu. Serangan tersebut melibatkan kurang lebih 1.465 pesawat yang mampu menciptakan kekacauan yang cukup besar menjelang akhir pertempuran. Sedikitnya, 21 kapa AS berhasil mereka tenggelamkan. 
Karena waktu itu jepang masih kalah jauh dalam hal teknologi perang dari Pasukan Sekutu Jepang melatih pilot- pilot dari armada tempur udaranya untuk dijadikan pilot - pilot kamikaze yang cenderung lebih mudah bagi jepang Untuk menghancurkan pesawat -pesawat atau kapal -kapal milik pasukan sekutu.Pasukan angkatan laut sekutu juga sudah mulai mengembangkan teknik untuk menangkal serangan -serangan pilot kamikaze jepang seperti menembakki pesawat-pesawat kamikaze dengan senapan AA Gun Yang Ada di kapal perang ke arah pesawat kamikaze yang terbang mendekat ke arah kapal sebelum pesawat - pesawat kamikaze jepang menabrak kapal perang milik pasukan sekutu.Walaupun taktik seperti itu tidak bisa dipakai untuk melawan serangan - serangan pesawat kamikaze jepang yang menyerang dari sudut tinggi yaitu serangan khas pilot kamikaze yang menggunakan pesawat buatan jepang yang bernama ohka. Selama tahun 1945, militer Jepang mulai menyimpan ratusan pesawat - pesawatnya untuk dipakai pada misi - misi kamikaze dan kapal bunuh diri untuk menghadapi aramada laut pasukan sekutu.
Efek dari serangan kamikaze, menjelang ahir Perang Dunia II, industri pesawat terbang Jepang yang berlokasi di Pulau Jawa telah mengorbankan 2.525 buah pesawat terbang untuk melancarkan misinya dan telah mengorbankan 1.387 pilot. Menurut pengumuman resmi pihak militer Jepang untuk melakukan misi menengelamkan 81 kapal dan merusakkan 195 buah kapal perusak ( Destroyer ) milik pasukan sekutu pihak militer Jepang telah kehilangan hampir 80% dari kekuatan armada tempurnya. Akan tetapi Pihak Sekutu menyatakan bahwa Jepang mengerahkan Sekitar 2.800 Pilot Kamikaze yang menengelamkan 34 kapal Angkatan Laut, merusakkan 368 orang lain, membunuh 4.900 awak kapal, dan melukai di atas 4.800 orang pasukan sekutu. Sekitar 20% dari jumlah kapal yang dimiliki pasukan sekutu tenggelam oleh serangan yang dilancarkan pilot kamikaze milik armada perang Jepang saat itu. 
Para pasukan Kamikaze rela mati untuk Kaisar Hirohito dan Jepang. Pada awalnya, beberapa dari mereka dihadapkan pada tiga pilihan yang disodorkan dalam secarik kertas putih : menjadi relawan Kamikaze, relawan biasa, atau tidak sama sekali. Para prajurit yang memilih untuk menjadi Kamikaze berpikir bahwa tindakan meledakkan pesawat di garis pertahanan musuh akan memberikan kemenangan untuk Jepang dan Kaisar. 
Para pilot tersebut pada awalnya berlatih di sekolah pelatihan. Salah satunya adalah pelatihan tentara Kaisar Showa (Hirohito). Lalu mereka dikunjungi unit kuda putih. Pada Januari 1945, lebih dari 500 pesawat Kamikaze menuju mengambil bagian dari misi bunih diri sebagai perlawanan terhadap invasi AS dan sekutunya. Di akhir perang, lebih dari 3.800 pilot Kamikaze meninggal dengan cara menabrakkan pesawat ke arah kapal dan kekuatan sekutu.
Para pilot yang dipilih untuk misi bunuh diri diminta untuk menulis suatu kehendak dan sebuah surat yang akan dikirim kepada orangtuanya ketika misi mereka selesai.
Sebelum menerbangkan pesawat, para pilot Kamikaze diperlakukan sebagai pahlawan di penghujung hidupnya. Ia dijamu dengan sake kelas elit yang sulit ditemukan saat perang. Selain itu, pesawatnya dilap karena dianggap sebagai peti matinya. Selanjutnya, pilot Kamikaze melangkah ke pesawatnya dengan bangga dan siap mati demi negara.
Jepang masih menerbangkan pilot untuk misi bunuh diri hingga pada 15 Agustus 1945, ketika Kaisar Hirohito mengumumkan Jepang menyerah, akibat serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Dan pada saat itu para pilot mengetahui bahwa Jepang telah gagal dan beberapa dari mereka tidak dapat berjuang seperti yang lainnya. 
Jepang mencapai titik nadirnya setelah bom atom Amerika jatuh di kota Hiroshima dan Nagasaki. Setelah menyerah pada Sekutu, Kaisar Hirohito bukannya mencari sisa tentaranya. Ia malah mencari guru yang masih hidup. Kaisar paham, pendidikan sangat penting untuk membangun bangsa. Pelan tapi pasti, Jepang menguasai teknologi. Meski kalah perang, Jepang bangkit. Poin terpenting bagi Jepang adalah kemampuan untuk bangkit dari kekalahan. 
Perjuangan Kamikaze diakhiri pada tanggal 15 Agustus yang hanya menyisakan 54 pilot dari 200 pilot Ohka dan Kembu yang masih bernyawa. Sekitar 4500 pilot Kamikaze menabrakkan diri sampai mati dalam kurun waktu 10 bulan puncak penyerangan mereka.
Penerbangan terakhir yaitu penerbangan dari 11 Pembom Judy yang masing-masing membawa bom seberat 880 kg. Mereka berangkat dari pangkalan udara Angkatan Laut Oita di Kyushu menuju Okinawa. Misi tersebut dipimpin oleh Vice Admiral Matome Ugaki , komandan Armada Udara yang ke-5. Ia ingin mati sebagai seorang samurai karena telah mengirim begitu banyak pilot untuk mati. 
Kalahnya Jepang membuat Vice Admiral Tekijiro Ohnishi terpukul. Pada 16 Agustus 1945, ia melakukan upacara bunuh diri tradisional yang bernama hara-kiri (seppuku). 

Source :





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Post