Latest News

Rabu, 27 Juli 2016

HAKKO ICHIU



HAKKO ICHIU
Tulisan Hakko Ichiu
                Menurut bahasa, Hakko Ichiu  (八紘一) berarti delapan penjuru dunia berada di bawah satu atap. Atap yang dimaksudkan pada kalimat ini adalah Jepang. Jadi, Hakko Ichiu adalah slogan yang digunakan oleh Jepang untuk mewujudkan Kawasan Kemakmuran Asia Timur Raya ketika Perang Dunia II. Selogan tersebut berasal dari kalimat "掩八紘而爲宇" dalam Nihon Shoki jilid 3 bab Kaisar Jimmu yang berarti “seluruh negeri bagaikan sebuah rumah”.
                Di masa pendudukan Jepag di Indonesia guru-guru diikutkan pelatihan di Jakarta agar mereka memperoleh doktrin Hakko Ichiu. Para guru terseut berasal dari kabupaten-kabupatan dan kota-kota yang berada di Indonesia.
                Hakko Ichiu digunakan oleh Kekaisaran Jepang sebagai kebijakan nasional mulai dari Perang Tiongkok-Jepang kedua hingga PD II. Pada 26 Juli 1940, Kabinet II Perdana Menteri Konoe Fumimaro mengeluarkan Doktrin Kebijakan Dasar Nasional atau disebut dengan Kihon Kokusaku Yoko yang di dalamnya berisi keputusan pendirian Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya. Tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan perdamaian dunia yang sesuai dengan semangat agung pendirian negara, yaitu depalan penjuru dunia di bawah satu atap kekaisaran Jepang. Langkah awal yang dilakukan Jepang adalah menjadikan Kekaisaran Jepang sebagai inti persatuan yang kuat antara Jepang-Manchuria-Tiongkok untuk fondasi pendirian tatanan baru Asia Timur Raya.
                Di Tokyo, dibentuk Chokoku Hokotai (perkumpulan pelayan pendirian negara) sebagai organisasi yang memberi pelatihan dan penyuluhan mengenai konsep Hakko Ichiu dan struktur pemerintah kota yang dimasukkan ke dalam struktur militer.
                Setelah Kapitulasi Jepang, posisi Jepang berada di bawah pendudukan Komandan Tertinggi Sekutu. Berdasarkan memorandum yang dikeluarkan Komandan Tertinggi Sekutu tentang "penghapusan sponsor pemerintah, dukungan, pelestarian, pengawasan, dan penyebaran Shinto agama negara", slogan-slogan yang berkaitan dengan nasionalisme radikal, militerisme, dan Shinto agama negara dilarang untuk dipakai lagi.
                Sedangkan jika mencari pengertian Hakko Ichiu pada kamus besar Jepang pada zaman sekarang, maka akan ditemukan arti yang menjelaskan bahwa Hakko Ichiu adalah slogan yang dipakai untuk pembenaran agresi Jepang ke luar negeri selama PD II. Heibonsha Word Encyclopedia menjelaskannya sebagai stereotipe ultranasionalisme yang merupakan doktrin bangsa sendiri sebagai ras tertinggi dan dokrtin supermasi untuk melakukan operasi dan aneksasi terhadap bangsa lain yang diperluas hingga agresi oleh negara dan militer untuk mencapai tujuan tersebut serta gerakan/ ide untuk peng-ortodoks-an, penyatuan, dan mobilisasi rakyat.
                Semboyan ini juga menyebabkan tumbuhnya paham fasisme di Jepang karena semboyan ini diangkat oleh Tenro Meiji dengan mengadakan restorasi Meiji sehingga mengibarkan semangat baru. Hakko Iciu sendiri merupakan semboyan yang digagaskan oleh Kaisar Jimmu.
                Ketika masa Kekaisaran Meiji, ajaran Hakko Ichiu telah mengalami modifikasi dan dipropagandakan sesuai dengan situasi pada saat itu.
1.       Jepang adalah pusat dunia dan Kaisar adalah pemimpinnya. Kaisar adalah dewa di dunia yang merupakan perwujudan dari Amiterasi Omikami (Dewi Matahari)
2.       Jepang dilindungi oleh kekuatan Kami (dewa) secara utuh sehingga Jepang adalah negara yang kuat, istimewa, dan lebih baik dari negara0negara lain di dunia sehingga layak memimpin.
3.       Dengan demikian, Jepang mempunyai hak dan kewajiban untuk menyatukan bangsa-bangsa di dunia menjadi satu keluarga dengan Jepang sebagai pemimpinnya.

Bagi orang Jepang, menaklukkan bangsa lain merupakan suatu tugas suci dan mulia seperti halnya berbakti kepada kaisar.
Semangat Hakko Ichiu uga telah menjadikan Jepang sebagai negara imperialis, hal tersebu dibuktikan dengan invasi-invasi Jepang ke negara berikut :
1.       Merebut semenanjung Liao Tsung dari Cina dan Puau Formosa dari Korea (1894-1895)
2.       Merebut Manchuria, Port Arthur, dan Pulau Sachalin dari Rusia (1904-1905)
3.       Merebut beberapa wilayah jajahan Jerman di Asia pada saat PD I (1914-1918)
4.       Menguasai Asia Timur dan Asia Selatan (1927) di masa pemerintahan Perdana Menteri Baron Tanaka
5.       Menguasai Manchuria pada tahun 1931 dan mendirikan Kerajaan Manchuria dengan mengangat Henry Pu-Yi sebagai rajanya pada tahun 1932.
Keberhasilan Jepang tersebut menjadikannya salah satu negara yang sukse di dunia dan mendapatkan kedudukan yang sejajar dengan bangsa barat.
Source :


               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Post